MAU DAPET INFO LOKER TERBARU SETIAP HARI?

Jangan lewatkan info lowongan kerja terbaru setiap hari, klik "Mau" Sekarang!

Pilih Saluran Notifikasi

Platform mana nih yang paling kamu suka dan sering banget dipake?

Bagaimana cara mengecek apakah loker itu penipuan?

Bagaimana cara mengecek apakah loker itu penipuan?

Table of Contents

Kalo kamu bertanya, lebih banyak mana loker penipuan di online/offline? Menurut Admin Lowongan Aman yang merupakan pencari kerja juga, jelas lebih banyak online, di offline sendiri mimin cuma sering nemu calo/perantara. Biasanya para calo ini hadir ketika job fair ataupun saat hendak proses rekrutmen pada sebuah perusahaan yang kerap kali menawarkan jasanya diterima lebih cepat dan mudah.

Sedangkan di dunia digital apalagi era AI saat ini, seseorang yang tidak memilki background jelas sekalipun dapat dengan mudah membuat poster lowongan kerja cukup mencantumkan kontak yang dapat dihubungi, pelamar yang sangat membutuhkan pekerjaan biasanya akan mudah dikelabui.

Terdapat beberapa ciri untuk cek apakah loker itu penipuan atau bukan:

  1. Menyebut secara luas jenjang pendidikan dan jurusan
  2. Menjelaskan rute untuk tes/interview secara jelas dan detail
  3. Menyebut nominal gaji fantastis dan tidak masuk akal
  4. Email domain dimanipulasi atau rekayasa
  5. Tidak menyebut nama kandidat dalam undangan
  6. Rekruter secara jelas menyebut nama dan gelar
  7. Undangan tes/interview menggunakan nomor surat & perihal

Mari kita bahas secara lebih detail dan mendalam terkait 7 modus penipuan lowongan kerja tersebut.

Menyebut semua jenjang pendidikan dan jurusan

Lowongan kerja asli biasanya akan di filter dengan hanya mencantumkan jenjang pendidikan spesifik, misalnya jika sekelas posisi Pimpinan, HR perusahaan pasti akan menyebutkan hanya D3 atau S1, karena jika sekelas SMK yang mayoritas di-didik pada industri siap kerja, mereka ini jarang mempelajari soal kepemimpinan secara mendalam sehingga kurang cocok jika langsung ditempatkan pada posisi ini.

Mayoritas pembuat lowongan kerja palsu ini enggan kerja capek, jadi mereka cuma buat 1 poster lowongan kerja guna meraup lebih banyak korban, logikanya semua yang punya gelar pendidikan dan semua jurusan dari SD sampai S1 berapa banyak orang coba? mungkin hampir satu indonesia, kecuali yang tidak punya pendidikan sama-sekali, mereka-mereka ini akan tertarik karena melihat bahwa jenjang pendidikan dan jurusan terakhir yang mereka miliki bisa ikut mendaftar.

Menjelaskan rute untuk tes secara detail

Jika kamu mendapatkan undangan tes atau interview dan diarahkan secara spesifik misalnya mencantumkan arah google maps, sering sekali loker ini palsu, kenapa? logika sederhana para pembuat loker bodong ini ingin benar-benar membuat calon korbannya datang ke tempat yang tepat, karena mereka tidak punya alamat yang jelas dan perlu arahan misalnya di gang atau ruko-ruko.

Perusahaan-perusahaan yang sudah cukup dikenal biasanya hanya mencantumkan alamat jalan, kecamatan, kabupaten/kota, atau memberikan rute maps ke perusahaan mereka yang sudah terdaftar di google, jadi jika di cek di google maps sudah ada nama perusahaanya, harap pastikan nama perusahaan di poster dan maps yang diberikan sama persis.

Membiayai travel atau transportasi

Nggak nanggung-nanggung komplotan para penipu ini benar-benar ingin mendapatkan calon korbannya, mereka bahkan rela memberikan ongkos untuk korban demi supaya si korban mau datang ke tempat mereka.

Jadi, jika kamu mendapatkan kasus dimana perusahaan mau menanggung biaya transportasi jangan senang dulu. Meskipun perusahaan yang betul-betul membutuhkan karyawan seringkali melakukan hal ini, itu biasanya jika perusahaan luar negeri saja, jadi cek pasti-pasti lebih dulu dan jangan asal mau berangkat.

Menyebut nominal Gaji fantastis yang tidak masuk akal

Admin Lowongan Aman sendiri untuk masa-masa saat ini jarang sekali mendapatkan informasi lowongan kerja yang mencantumkan nominal gaji, terlebih jika nominal gaji tersebut tidak masuk akal, dan biasanya sangat terlihat hanya ingin memancing korban, misalnya posisi packer digaji dengan nilai 5juta rupiah belum termasuk tunjangan.

Perusahaan yang betul-betul memasang lowongan kerja memang seringkali mencantumkan nominal gaji, tapi itu biasanya sesuai dengan posisi, misalnya untuk posisi operator produksi akan dicantumkan tulisan "Gaji UMK/UMR" tanpa menyeut nominal angka.

Email Domain dimanipulasi

Tau email domain? itu adalah akhiran dari sebuah email misalnya ptbuku@gmail.com tulisan "gmail.com" biasanya yang seringkali digunakan para penipu ini karena mudah dibuat dan gratis, kamu juga pasti punya email seperti ini kan?

Walau tak dipungkiri, ada beberapa perusahaan yang menggunakan akhiran @gmail.com pada email perusahaan mereka, selalu pastikan bahwa memang email tersebut benar resmi yang dimiliki perusahaan, biasanya di profile perusaahan pada website atau sosial media mereka mencantumkan ini.

Perusahaan besar sendiri pasti memiliki nama domain mereka sendiri, misalnya google.com pasti mereka mempunyai email dengan akhiran ini seperti [email protected], ini merupakan salah satu cara paling mudah, karena nama domain hanya bisa dibeli dan dimiliki oleh satu orang saja, misalnya kamu pengen punya domain google.com? jelas tidak bisa karena itu sudah menjadi milik google.

Nah para komlotan ini biasanya memanipulasi nama domain ini untuk mengecoh pelamar, misalnya email asli perusahaan adalah [email protected] mereka akan menggunakan email [email protected] sekilas mirip kan? kalo yang gak teliti bisa kejebak.

Tidak menyebut nama kandidat dalam undangan

Kamu pasti pernah lamar kerja dan tidak berselang lama mendapatkan undangan tes/interview baik pada email maupun whatsapp, rekruter dari sebuah perusahaan resmi biasanya mengawali awal pesan dengan ucapan "halo pak bambang" misalnya.

Sedangkan para pembuat lowongan kerja fiktif mereka jarang melakukan ini, karena mereka mengundang banyak pelamar dan tidak mungkin jika harus satu-persatu diubah dengan nama kandidat yang akan diundang, terlalu memakan waktu dan repot.

Pengundang tes/interview menyebut gelar mereka

Kalo kamu liat undangan interview/tes lanjutan dan pada awal maupun akhir teks undangan menyebut nama mereka dengan gelar misal "halo saya Udin S.pd" atau "Hormat saya, Udin S.pd" sebaiknya hati-hati.

Perusahaan atau rekruter manapun sangat jarang sekali mencantumkan gelar, bahkan nama perekrut sendiri sangat jarang diberitahukan secara gamblang.

Sindikat penipuan dibidang lowongan kerja hanya ingin merasa dipercaya oleh orang awam, misalnya "wanjirr rekruter nya pake gelar S.pd pasti loker ini asli" padahal loker-nya palsu, jadi tetap teliti dan hati-hati ya.

Undangan tes/interview menggunakan nomor surat

Pernah melihat nomor seperti ini Nomor Surat & Perihal (No:123/V/HRD/2/2026 & Perihal : Undangan Interview) sebaiknya hati-hati, sangat jarang sekali bahkan mimin sendiri tidak pernah mendapatkan balasan info tes/interview menggunakan nomor surat dari perusahaan resmi manapun.

Lagi-lagi ini hanyalah modus penipuan undangan untuk menjerat korban merasa yakin bahwa undangan ini asli dan resmi, padahal aslinya tidak.

Tips terhindar dari loker palsu/penipuan

Untuk dapat terhindar dari loker bodong atau palsu sebetulnya gampang-gampang susah yang pasti hal pertama adalah memahami ciri-cirinya terlebih dulu supaya kamu aware atau kenal dengan berbagai jenis modus, tak bisa dipungkiri mungkin masa mendatang akan ada berbagai jenis loker penipuan yang jauh lebih cerdik, tapi kamu hanya perlu terapkan 2 hal ini guna meminimalisir terjebak loker penipuan.

  1. Jangan kirim email random dalam jumlah banyak
  2. Biasakan apply lamaran dari kanal resmi

Jangan kirim Email random dalam jumlah banyak

Mimin seringkali melihat trik-trik di internet melakukan pelamaran kerja dalam jumlah banyak, brutal, atau ugal-ugalan, keinginan pelamar pastinya memperbesar kemungkinan diterima kerja karena banyak perusahaan dilamar, juga efisiensi waktu, setelah kirim banyak lamaran tinggal tunggu undangan interview/test selanjutnya.

Tapi, justru hal ini malah beresiko terjerat loker bodong, mungkin ada beberapa email yang sebenarnya bukan email resmi perusahaan, tapi tanpa sengaja kamu lamar ke email tersebut, mungkin kamu kirim data penting di file lamaran? atau dapat tes lebih lanjut yang sebenarnya malah hanya ingin mendapatkan keuntungan dari kamu? tidak ada yang tahu, jadi sebaiknya hindari kebiasaan ini.

Apply Lamaran di kanal Resmi atau A-1

Cobalah untuk cek website-website karir resmi perusahaan, jika tidak punya info ini mungkin kamu bisa minta ke teman kamu yang sudah bekerja di sebuah perusahaan.

Atau, bisa juga dengan mengikuti kanal-kanal resmi perekrutan perusahaan di sosial media, pastikan akun sosmed tersebut asli milik perusahaan.

Coba juga ikuti program BKK dari sekolah kamu sebelumnya, saat ini banyak sekolah-sekolah yang melakukan program ini, namun biasanya dikenakan biaya tambahan dari 20rbu - 50rbu untuk biaya program.

Dari sosial media daerah juga biasanya membuat info lowongan kerja guna menurunkan angka pengangguran di daerah mereka, coba dapatkan info-nya, misalnya disnaker karawang dan disnaker sumatera, dan lain sebagainya.

Lowongan Aman juga mengumpulkan berbagai informasi lowongan kerja dari info A-1 seperti beberapa yang sudah disebutkan, siap cari kerja di Lowongan Aman? Cari kerja sekarang!.

Posting Komentar